CLAMP JUMP Chapter 02

Standar

Waktu istirahat…

“Nah, ini buku-bukumu, Shirou-kun.” Ucap Taro-sensei memberiku buku-buku pelajaran yang ia janjikan saat mau keluar kelas. Aku datang ke ruang guru bersama Yabu untuk membantuku membawa buku-bukuku, dan itu pun juga bukan keinginanku untuk meminta bantuan, malah Yabu sendiri yang menawarkan dirinya untuk membantuku.

Yah, memang bukunya sedikit berat dan lagi semua buku ini akan dipakai sampai aku lulus nanti. Jadi, membawanya pun agak berat karena jumlahnya juga banyak.

Masing-masing dari kami berdua membawa tiga kardus ukuran sedang berisi buku-buku pelajaran.

“Terima kasih, Sensei. Saya permisi dulu.”pamitku sedikit membungkuk, lalu keluar ruangan sambil membawa kardus-kardus yang berisi buku pelajaran. Kalau soal buku tulis, sudah disiapkan oleh Ibuku. Jadi, aku kesini bukan hanya berbekal uang saja, aku pun juga berbekal buku tulis.

Selama perjalanan menuju ruang loker, aku dan Yabu harus menahan rasa pegal tangan kami karena beban berat yang kami bawa. “Shirou….kun…” rintih Yabu dengan muka masam.

“Apa ?” sahutku cuek dengan nada datar.

“Kamu tidak berat kah bawa bukumu yang berat seperti ini ?” tanya Yabu sambil membenarkan posisi kardusnya yang hampir melorot.

“Ya berat lah ! kamu pikir aku tidak merasa berat ? hanya saja ibuku bilang kalau banyak menggerutu juga akan menambah berat yang kita bawa.” Gerutuku dengan nada kesal.

Baru tengah pembicaraan, saat di belokan lorong, tiba-tiba aku menabrak seseorang di depanku. Kami bertubrukan begitu keras hingga aku dan dia terjatuh dilantai bersamaan dengan jatuhnya kardus-kardus bawaanku.

“Shirou-kun !” seru Yabu terkejut dari belakang dan langsung menyusul ke tempatku jatuh tadi.

“Khh…sakit..” ringisku sambil memegang perutku yang sakit karena tabrakan tadi.

“Kamu tidak apa-apa ? maaf, tadi aku tidak melihatmu saat jalan.”ucap orang yang ada di depanku.

“Ngga..ngga apa-apa kok,” rintihku berusaha berdiri. Kemudian, Yabu menghampiriku yang tengah berusaha berdiri.

“Shirou-kun, kamu ngga apa-apa ? bisa berdiri ? sini, kubantu.”ucap Yabu dengan nada khawatir, lalu meletakkan kardus-kardus bawaannya dan membantuku berdiri.

“Aku ngga apa-apa. Terima kasih, Yabu-kun.”ucapku sambil menepuk-nepuk celanaku yang sedikit kotor akibat tubrukan tadi.

“Nih,” kata cowok yang didepanku sambil menyodorkan saputangannya yang berwarna biru muda.

“Ah, tidak, terima kasih. Aku sudah ngga apa-apa, kok” tolakku sambil mengangkat sedikit kedua tanganku.

Namun, tangannya malah menyentuh dan mengelap wajahku yang sepertinya ada debu disitu. Suasana sekitar lorong jadi tampak sepi dan tercengang karena semuanya melihat ke arahku dan cowok yang sedang megelap wajahku ini.

“Sangat disayangkan kalau wajahmu sampai kotor, apalagi terluka karena wajahmu begitu cantik,”kata cowok itu sambil tersenyum padaku.

“Eh ?” sahutku terkejut. Dia bilang kalau aku…cantik ? apa aku tidak salah dengar ? dan setelah mendengar dia berkata seperti itu darah rasanya naik ke kepala, wajahku terasa memanas dan merah, dan jantungku berdetak cepat. Sesaat aku tidak bisa berkata apa-apa. Aku pun melihat sekitarku, mereka semua tercengang, dan termasuk Yabu melihatku dan cowok yang mengelap wajahku tadi. Perasaan apa ini ? kenapa dadaku jadi terasa sesak dan kepalaku rasanya berat dan mataku rasanya akan menumpahkan air mata ?

“Hei, kamu kenapa ?” tanya cowok itu dengan nada heran.

Aku pun menoleh ke cowok itu dan menatapnya dalam-dalam. Lalu, aku mengambil kembali kardus-kardus yang tadi berjatuhan dengan cepat.

“Shirou-kun….”ucap Yabu pelan.

Ketika mau mengambil kardus yang terakhir, cowok itu yang mengambilnya terakhir.

“Ini, kamu bisa membawanya ? atau perlu kubantu ?” ucap cowok itu menawarkan bantuannya.

Aku hanya menggeleng, lalu aku kembali menatapnya. Kali ini aku menatapnya dengan tatapanku yang tajam ke arahnya.

“Kau….”ucapku pertama.

Semua pun menunggu suasana selanjutnya dan semuanya pun menegang. Suasana menjadi sunyi dan tegang selama beberapa saat. Sampai kulihat Yabu menelan ludahnya saking tegangnya. Bahkan ada pula yang merinding ketakutan saking tegangnya, ada yang menganga lebar-lebar hingga teman sebelahnya harus menutup mulutnya yang menganga, dan yang paling parah adalah orang yang merekam adegan kami berdua yang sedang menegangkan suasana.

Aku pun mengambil nafas panjang dan kukeluarkan setengah nafasku keluar. Dan saatnya aku bilang….

.

.

.

.

“Kau….MENYEBALKAN !” semprotku kesal kepada cowok itu, lalu aku berlari keluar lorong tersebut.

“Shirou-kun !” seru Yabu kembali mengambil kardus bawaannya dan menyusulku cepat.

Suasana menjadi riuh ramai dilorong itu karena keterkejutan mereka. Cowok tersebut juga terkejut dan hanya bisa memasang wajah heran dan mengangkat bahu.

****

Sambil menahan rasa kesalku, aku pergi ke lokerku dengan wajah merengut kesal.

“Shirou-kun !” seru Yabu dari belakang. Aku sendiri tidak menghiraukan panggilannya dan berhenti di lokerku dan membuka lokerku.

“Shirou-kun, kamu kenapa sih ? tau-tau kamu langsung lari begitu saja, kamu marah kah ?” tanya Yabu sambil mengatur nafasnya. Aku selesai meletakkan kardus-kardus yang kubawa ke dalam loker dan mengambil kardus-kardus yang dibawa Yabu.

“Ngga marah sih, cuma kesal saja.” Ucapku ketus, lalu mengunci lokerku.

“Haah…aku tahu kamu kesal, tapi kalau kamu seperti tadi, bisa saja orang tersinggung. Apalagi dia itu tadi adalah kakak kelas lho. Lain kali kamu kendalikan emosimu, Shirou-kun.”jelas Yabu menasihatiku. Aku pun menghela nafas panjang dan mendinginkan kepala sesaat. Yah, mungkin aku memang emosi tadi, yang tiba-tiba marah sama orang yang menabrakku tadi.

“Haah…iya deh. Maaf, Yabu-kun. Terima kasih, aku usahakan untuk mengendalikan emosiku.” Ucapku tersenyum pada Yabu dan menghembus nafas panjang.

“Yosh ! begitu dong, Shirou-kun ! mumpung masih istirahat, yuk kita jajan ke kantin.” Ajaknya sambil main rangkul pundakku.

“Tapi, aku ada bawa bento sendiri…” ucapku

“Ngga apa-apa, kamu bawa bentomu ke kantin. Nanti aku yang traktir minumnya deh.”

Sahutnya sambil mengacungkan jempol.

“Oh, okelah kalau begitu.”jawabku. kami pun pergi bersama menuju kantin.

****

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s