Sahabat

Standar

Sahabat. Ya, itulah yang dikatakan banyak orang bila memliki atau bersama orang yang paling mengerti tentang diri mereka. Menurutku, sahabat itu adalah orang yang paling bisa dipercaya, dapat menjaga rahasia, selalu bersama kita bila kita ada masalah, dan lain-lain.

 

Bahkan sahabat yang kupunya itu adalah orang yang paling berharga untukku. Sampai-sampai apapun yang terjadi, aku akan selalu bersama dengannya bila ia kesusahan. Aku selalu yang menjadi penyemangat dirinya.

 

Tapi, siapa sangka kalau aku hanyalah seorang yang lain baginya yang tidak dianggap apa-apa? Dia mungkin berpikir aku yang sekarang tidak sehati dengannya. Itu bukan berarti aku membencinya. Aku hanya sibuk menjalankan tugas-tugasku sebagai seorang siswa, begitu juga dengannya

 

Sampai suatu saat temanku mengeluhkan masalahnya. Ia bilang ia kehilangan diri sahabatnya yang dulu, yang selalu ada bersamanya dikala ia sedih. Ia bilang, sahabatnya yang sekarang berbeda dengan yang dulu dan itu membuatnya sakit hati sampai membuatnya menangis.

 

Aku berpikir, aku juga merasa kehilangan sahabatku yang berharga selama hampir enam tahun aku mengenalnya. Dan sekarang ia mulai menjauh dariku tanpa sebab. Sebenarnya aku tahu kenapa, ia sekarang ikut dan aktif sebagai cosplayer. Yah, itu bagus baginya dan aku mendukungnya.

 

Namun, itu juga membuat hatiku teriris sedikit demi sedikit secara perlahan. Saat ditanya oleh temanku, bukankah sahabatku itu orang berharga bagimu? Kenapa kamu tidak menangis kalau kamu ditinggalkan olehnya?

 

Aku menjawab, ya, dia memang berharga bagiku, tapi aku juga tidak bisa memaksanya untuk bisa bersamaku terus-menerus. Justru akulah yang harus bersamanya, meski ia mengacuhkanku sekalipun. Lagipula, bersama dengannya saja sudah membuatku bahagia karena bisa bersama orang yang berharga bagiku.

 

Temanku langsung tersanjung atas jawabanku itu dan aku berterimakasih tentunya. Meski begitu, jauh di dalam lubuk hatiku terdapat sebuah lubang kecil yang sedikit demi sedikit membesar seiring berjalannya waktu. Dan suatu saat mungkin aku akan terhisap masuk ke dalamnya.

 

Aku tahu itu dan aku berani menanggung resiko atas perasaanku itu. Meski aku juga mempunyai sahabat baru lagi yang lebih mengerti diriku, tetap saja ‘dia’ istimewa untukku.

 

Tidak apa-apa kalau ia mengacuhkanku dan menganggapku sebagai orang lain baginya sekarang. Namun, aku akan tetap akan mendukungnya dari belakang dan memberikan semangat untuknya.

 

 

 

BGM : Kinya Kotani : Blaze

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s